Harusnya Seberapa Sering Ke Dokter Kandungan?

dokter kehamilan

Selama hamil salah satu jadwal yang biasanya rutin calon ibu jalani adalah kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Hal ini bertujuan untuk memeriksakan kondisi janin dan kesehatan selama hamil. Tapi, mungkin banyak di antara anda yang bertanya-tanya kontrol ke dokter kandungan itu sebaiknya dilakukan berapa kali, ya? Terutama saat trimester awal ketika janin masih berukuran cukup kecil. Tapi, tentu saja anjuran dokter untuk tetap kontrol rutin harus dipatuhi. Karena pemeriksaan berkelanjutan ini berkaitan pula dengan proses persalinan kelak, apakah akan lancar, aman dan nyaman?

Kontrol secara teratur adalah upaya memantau kondisi kesehatan calon ibu dan janin. Dengan begitu, hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada Moms dan calon bayi bisa dapat diantisipasi segera. Minimal 4 kali sebetulnya sudah cukup

Trimester I ( Umur kehamilan 1 sampai 12 minggu) cukup satu kali. Trimester ke 2 ( Umur kehamilan 13 sampai 28 minggu) kemudian Trimester ke tiga ( umur kehamilan 29 s/d 40 minggu). Wajib hukumnya bahwa ibu hamil harus diperiksa pada saat yang ditentukan itu. Jikalau ibu hamil mau periksa lebih dari yang terjadwal tersebut, hal ini juga lebih bagus.

Ibu hamil kontrol ke dokter ahli kandungan atau ke bidan praktek swasta, atau ke puskesmas, maka standar minimal periksa ya 4 kali dengan jadwal

1 sampai 3 bulan I kali
4 sampai 6 bulan I kali
7 sampai 9 bulan II kali

Ini adalah jadwal minimal yang harus dipatuhi oleh ibu hamil. Apabila ibu hamil kontrol kandungannya melebihi 4 kali boleh, cuma saat-saat jadwal tersebut jangan dilewati. Misalnya kehamilan 4 sampai 6 bulan malah periksa III kali, tapi saat hamil 7 s/d 9 bulan cuma I kali, hal ini tidak boleh. Seharusnya hamil di Trimester lebih banyak periksa, daripada pas hamil di awal-awal bulan.

Setelah diketahui bahwa seorang perempuan dikatakan hamil, ada baiknya secara rutin kontrol ke dokter dan berkonsultasi serta periksa ke dokter kandungan atau bidan. Berikut ini hal- hal yang perlu diperhatikan ketika periksa ke dokter atau bidan.

  • Dokter atau Bidan dapat mengetahui perkembangan janin dalam kandungan secara akurat. Jangan lupa tanyakan kepada dokter atau Bidan anda kondisi kesehatan janin dan juga kondisi kesehatan Anda.
  • Pemeriksaan pada usia kandungan saat mencapai 6 atau 8 minggu sangat penting untuk memperkirakan umur kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan.
  • Pemeriksaan fisik yang pertama dilakukan antara lain Berat Badan, Tinggi Badan, dan tekanan darah. Pemeriksaan berikutnya meliputi leher, kelenjar tiroid, payudara, perut, lengan, dan tungkai.
  • Dengan bantuan stetoskop, pemeriksaan terhadap jantung, dan paru-paru, sedangkan pemeriksaan bagian belakang mata dilakukan dengan bantuan oftalmoskop.
  • Juga dilakukan dengan pemeriksaan panggul dan rektum guna mengetahui ukuran dan posisi rahim dan kelalaian pada panggul.

Berapa Kali Ibu Hamil Kontrol Ke Dokter?

Pemeriksaan kehamilan dengan USG dapat diketahui mulai dari 4-5 minggu setelah ovulasi. USG dapat juga dilakukan untuk :

  • Mengikuti perkembangan janin
  • Menentukan tanggal perkiraan persalinan
  • Menentukan laju pertumbuhan janin
  • Merekam denyut jantung atau pernafasan janin
  • Mengetahui kehamilan ganda
  • Mengetahui kelainan lain(misalnya plasenta previa atau plasenta yang menutupi jalan lahir)
  • Mengetahui kelainan posisi janin

Pada saat kehamilan muda, sebelum menjalani pemeriksaan USG, sebaiknya ibu meminum banyak air karena kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar rongga panggul sehingga bisa diperoleh gambaran janin yang lebih jelas. Pemeriksaan selanjutnya akan lakukan setiap 4 minggu ( 1 kali /bulan) sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu. Setelah itu tiap 2 minggu sampai usia kehamilan mencapai 36 minggu, pemeriksaan dilakukan 1 kali/minggu.

Pada setiap pemeriksaan kehamilan di bidan , dilakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah, serta ukuran dan bentuk rahim untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin. Apalagi jika ditemukan kehamilan pertama kali, maka menulis di beberapa buku akan dilakukan bidan.

Saat seorang ibu memiliki darah Rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi RH. Misalnya darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki RH-positif, maka janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin mempunyai Rh-positif memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan membentuk antibodi Rh yang dapat masuk ke aliran darah janin dan merusak sel darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian janin.

Meningkatnya berat badan pada saat hamil, pada wanita yang memiliki ukuran rata-rata biasanya berkisar antara 12,5-15 kg (sekitar 1-1,5 kg/bulan). Peningkatan berat badan yang melebihi 15-17,5 kg menyebabkan penumpukan lemak pada janin dan ibu. Berat badan yang tidak meningkat merupakan pertanda buruk, (terutama jika kenaikan berat badan total kurang dari 5 kg) dan hal ini bisa menunjukan adanya pertumbuhan janin yang lambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *