3 Olahraga Yang Dianjurkan Untuk Ibu Hamil

olahraga ibu hamil

Tidak sedikit dari mereka yang sedang hamil menjadi malas untuk melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan sebelum hamil termasuk berolahraga. Alasannya, mereka takut terjadi apa-apa terhadap kandungannya bila melakukan hal-hal yang mereka anggap terlalu berat. Padahal kenyataannya, tetap aktif dan rutin berolahraga selama hamil justru bisa membantu kelancaran proses melahirkan. Dampak olahraga itu sendiri bisa memberikan energi positif untuk kandungan. Selain itu olahraga juga bisa mengurangi stres serta memberi kesehatan pada ibu yang sedang mengandung.

Menurut para ahli, olahraga yang cocok dan dianjurkan untuk ibu hamil adalah:

1. Senam

Senam hamil adalah latihan fisik yang dikhususkan bagi para ibu hamil untuk melatih otot-otot tertentu yang dapat membantu proses persalinan normal seperti oto perut, otot panggul dan otot paha.

Senam hamil menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan ibu hamil, selain tentu harus mengkonsumsi makanan sehat, minum suplemen dari dokter serta mengatur waktu istirahat yang cukup.

Senam hamil hanya boleh dilakukan pada saat kehamilan sudah memasuki usia 6 bulan atau sekitar 24 minggu ke atas dan dilakukan 1 kali dalam satu minggu.

Tetapi bagi para ibu hamil yang memiliki riwayat pendarahan selama masa kehamilan, melahirkan secara prematur, riwayat kontraksi selama kehamilan dan berisiko mengalami komplikasi, tidak diperkenankan untuk melakukan senam hamil, karena dapat meningkatkan ancaman keguguran.

2.Yoga

Yoga dapat mempersiapkan pikiran dan tubuh ibu untuk kehamilan dan persalinan karena hal ini membantu ibu fokus, berkonsentrasi dan menjaga agar tubuh ibu tetap sehat. Postur tubuh yang dilatihkan pada yoga adalah postur tubuh yang dapat membantu ibu untuk menjaga tubuh tetap aktif dan lentur serta mampu membantu meminimalkan keluhan-keluhan umum yang sering dialami oleh ibu hamil seperti mual di pagi hari, sembelit, maupun rasa kurang nyaman di bagian punggung dan pinggang.

Yoga juga dapat membantu agar persalinan anda lebih mudah dan halus dengan mengurangi ketegangan di sekitar leher rahim dan jalan lahir dan dengan membuka panggul. Cara bernafas yang diajarkan di kelas yoga juga berguna selama persalinan. Selain itu yoga juga akan membantu dalam mengembalikan bentuk tubuh seperti rahim, perut, otot dasar panggul, mengurangi ketegangan punggung bagian atas dan ketidaknyamanan payudara setelah melahirkan.

Yoga pada masa kehamilan mempunyai gerakan yang beragam, tentu saja gerakan yoga untuk kehamilan trimester pertama berbeda dengan gerakan untuk trimester kedua, dan ketiga. Semua gerakan yoga selalu ada tujuan dan manfaatnya. Yang terpenting adalah gerakan tersebut tidak menimbulkan cidera pada tubuh ibu maupun janin.

3. Jalan kaki

Olahraga saat hamil yang mudah dan murah adalah berjalan kaki. Selama hamil, kamu disarankan berjalan kaki selama 20-30 menit per hari. Dengan berjalan kaki, maka proses persalinan akan lebih mudah, otot menjadi lebih kuat, dan risiko terjadinya preeklampsia berkurang. Tak hanya itu, berjalan kaki selama hamil juga dapat membantu mengurangi keluhan nyeri punggung, kembung, memperlancar aliran darah, membantu sirkulasi udara, dan menghilangkan bad mood.

Nah, Agar aktivitas berjalan-jalan di luar rumah menyenangkan, kenakan sepatu sport untuk melindungi kaki agar tidak cepat pegal. Oleskan juga sunblock untuk melindungi kulit dari sengatan matahari, dan selalu bawa air mineral untuk mencegah dehidrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *