3 Makanan Terlarang Untuk Ibu Hamil

makanan terlarang untuk ibu hamil

Pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal ditentukan oleh gaya hidup sehat sang ibu, pengendalian psikis, tidak melakukan aktifitas fisik yang memberatkan dan aneka asupan nutrisi yang dimakan selama kehamilan. Ada beberapa jenis makanan yang dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan ada juga jenis makanan yang sebaiknya dibatasi selama kehamilan bahkan ada makanan / minuman yang dilarang keras dikonsumsi selama kehamilan. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk memperhatikan kesehatan janin yang dikandungnya tapi juga kesehatan sang ibu itu sendiri. Mudah – mudahan segala upaya yang Anda lakukan dalam memilih jenis makanan membuat persalinan lancar dan anak lahir sehat dan selamat.

Selama kehamilan ada berbagai makanan yang sebaiknya dibatasi bahkan dilarang dikonsumsi agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin Karena setiap wanita hamil memiliki riwayat kesehatan yang berbeda, tentunya Anda bisa meminta saran dari dokter kandungan mengenai apa saja makanan yang boleh dan tidak Anda konsumsi selama kehamilan. Namun semua sepakat jika makanan berikut ini dilarang keras dikonsumsi oleh ibu hamil.

Inilah 3 Makanan Terlarang Bagi Ibu Hamil

1. Ikan yang mengandung Merkuri

Ikan adalah salah satu makanan yang kaya protein. Selain kaya protein, menurut EPA (U.S. Environmental Protection Agency) dan FDA (U.S. Food and Drug Administration) dalam pengumuman resminya menuliskan ikan juga mengandung lemak omega 3 yang sangat penting untuk tubuh. Bagaimanapun, perkembangan alam dan makin tingginya aktifitas manusia membuat ikan dapat terkontaminasi oleh merkuri. Merkuri yang masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi oleh ibu hamil dapat memberikan pengaruh negatif pada otak janin.

Tilefish dari Teluk Meksiko, Hiu, Ikan Todak (Swordfish), Orange Roughy, Bigeye Tuna, Ikan Marlin dan King Mackerel adalah jenis ikan yang harus dihindari untuk dikonsumsi saat hamil ataupun menyusui. Hal ini dikarenakan tingginya kadar merkuri yang ada dalam tubuh ikan jenis tersebut. Berhati-hatilah pula saat memakan ikan yang didapat dari hasil memancing di sungai, danau, atau di aliran-aliran air, karena Anda tidak tahu apa yang dikonsumsi oleh ikan tersebut.

Sebagai gantinya, Anda dapat mengkonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri yang lebih rendah. Ikan yang kerap dikonsumsi pada umumnya kadar merkurinya cukup rendah, seperti ikan salmon, tuna, udang, keluarga catfish seperti ikan patin dan lele. Dalam cara memasak pun, ikan disarankan untuk dipanggang timbang digoreng. Pada takaran sajian yang disarankan, EPA merekomendasikan ibu hamil dan menyusui untuk mengkonsumsi ikan dalam jumlah 800-1200 gram selama seminggu. Dalam seminggu Anda bisa memakan ikan sebanyak dua sampai tiga kali.

2. Daging mentah

Bagi Anda pencinta makanan Jepang seperti sushi, rasanya harus berpantang sejenak ketika hamil. Meskipun sulit, namun menurut dr. Sarah Schenker, selaku ahli gizi menegaskan, daging yang tidak matang mengandung banyak bakteri jahat, seperti salmonela dan parasit toksoplasmosis. Parasit toksoplasma, biasa terdapat di dalam daging mentah atau setengah matang. Jika Anda terkontaminasi parasit ini, umumnya penderita akan mengalami flu dalam beberapa waktu ke depan dan tidak kunjung sembuh. Sebaiknya jangan menganggapnya sepele, karena bisa saja parasit tersebut sudah menjalar ke dalam tubuh Anda dan berujung pada kerusakan janin yang menyebabkan keguguran.

Selain parasit toksoplasma, bakteri jahat seperti salmonela juga bisa mengancam kesehatan janin Anda. Penderita akan mengalami diare yang berlebihan, sakit perut, pusing, hingga suhu tubuh menjadi kian tinggi, akibat keracunan dari bakteri tersebut. Mengonsumsi daging sebenarnya boleh saja, namun pastikan Anda memasaknya dengan cara serta tingkat kematangan yang tepat. Apalagi, daging sapi maupun ikan mengandung banyak protein dan sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan otak maupun nutrisi anak.

Jika Anda berniat untuk memasak daging sebaiknya pastikan semua bahan-bahan makanan, peralatan masak, dan tangan sudah tercuci sampai bersih. Saat memasak, coba tusuk daging tersebut, apakah telah lunak dan benar-benar matang atau belum. Jangan terkecoh dengan warna daging yang sudah kecokelatan hingga kehitaman, karena bisa saja hanya bagian luar yang matang sedangkan di dalamnya masih mentah

3. Sayuran mentah

Tidak seperti jenis sayuran lainnya, sayuran toge membutuhkan kondisi lingkungan yang lembab dan hangat untuk bisa tumbuh dengan baik. Keadaan lingkungan seperti itu sangat ideal sebagai tempat pertumbuhan bakteri seperti salmonella, listeria, dan E.coli.

Itulah mengapa sayuran seperti toge dan jenis kecambah lainnya sebaiknya dimasak sebelum dimakan untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Pada dasarnya, sayuran mentah adalah menu yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun demikian, ada beberapa tips yang harus Anda ikuti saat mengkonsumsi sayuran mentah, yaitu:

  • Toxoplasma adalah jenis parasit yang biasanya terdapat dalam daging mentah dan setengah matang. Parasit toxoplasma ini juga terdapat pada kulit buah-buahan dan sayuran. Penyakit akibat infeksi parasit toxoplasma disebut toxoplasmosis.
  • Ibu hamil yang terinfeksi parasit toxoplasma akan menurunkan ke bayi mereka, sehingga merusak mata dan sistem syaraf. Agar mencegah infeksi parasit ini, harusnya sayuran mentah dicuci secara sempurna dengan air matang sebelum dikonsumsi.
  • Potonglah bagian sayuran yang rusak atau jelek fisiknya, sebab bakteri cenderung berkembang di tempat seperti itu.
  • Cuci tempat untuk memotong dan pisau dengan air panas dan sabun sebelum dan setelah memotong sayuran. Beberapa jenis sayuran mentah mempunyai kandungan hemagglutinins dan bakteri, yang bisa mengganggu fungsi sel darah merah dalam tubuh. Pastikan agar merendam sayuran mentah dalam air garam untuk membunuh kuman di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *